0
Dikirim pada 04 Mei 2014 di Uncategories

Puasa Rajab - Bulan Rajab adalah salah satu bulan haram, yang termasuk bulan haram ada 4 yaitu bulan Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan bulan Muharram. Allah SWT berfirman tentang Bulan Haram tersebut yaitu pada Qur'an Surah At Taubah ayat 36 yang artinya sebagai berikut :

    “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu.” (QS At Taubah: 36)

Puasa Rajab

Imam Bukhari dan Imam Muslim juga meriwayatkan tentang bulan Haram tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda :

    “Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, diantaranya terdapat 4 bulan haram, 3 berurutan, yakni: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, dan Rajab Mudhor yang berada di antara Jumadil Tsani dan Sya’ban.”

Puasa Rajab Tidak Ada Dalil Shahih Tentang ini 2
Puasa Rajab

Ada 2 alasan kenapa Bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab menjadi bulan Haram, yaitu :

    Karena pada bulan tersebut diharamkan berperang, kecuali musuh menyerang duluan
    Karena diharamkan melakukan perbuatan maksiat pada bulan tersebut.

Allah SWT. mengharamkan melakukan perbuatan maksiat pada 4 bulan tersebut dan dijelaskan dalam Firman Nya pada Qur'an Surah At Taubah ayat 36 yang artinya sebagai berikut :

    “Janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu” (QS At Taubah: 36)

Puasa Rajab

Melakukan maksiat adalah perbuatan yang diharamkan pada setiap bulan, namun hukuman dan tekanan lebih keras diberikan Allah kepada orang-orang yang berbuat maksiat pada 4 bulan haram tersebut. hal ini disampaikan pula oleh Syaikh As-Sa’dy (Karim Ar-Rahman, hlm. 373) :

    “Janganlah kamu menzhalimi dirimu sendiri di dalamnya”, potongan ayat ini mangandung kemungkinan kata ganti disini kembali kepada bulan yang jumlahnya 12. Dan sesungguhnya Allah Ta’ala telah menjelaskan bahwasanya Ia telah menciptakannya sebagai acuan untuk hamba-hamba-Nya. Agar mereka beribadah kepada-Nya dengan mentaati-Nya. Dan mensyukuri Allah Ta’ala atas nikmat yang mereka peroleh dengannya. Dan Ia mentakdirkannya untuk kemaslahatan para hamba.

    Oleh karena itu hendaknya kalian berhati-hati dari menzhalimi diri-diri kalian sendiri pada waktu tersebut. Bisa juga mengandung kemungkinan kata ganti tersebut kembali kepada keempat bulan haram tersebut. Dan potongan ayat ini larangan bagi mereka dari perbuatan zhalim khususnya pada bulan-bulan tersebut.

    Meskipun larangan dari perbuatan zhalim berlaku setiap saat. Hal ini dimaksudkan untuk menambahkan pelarangannya, dan perbuatan zhalim di dalamnya lebih berat dibanding waktu lainnya."

Puasa Rajab

Puasa Rajab Tidak Ada Dalil Shahih Tentang ini

Tentang amalan sunnah puasa Rajab, tidak ada satupun hadits shahih (benar) tentang fadhilah puasa Rajab, atau mengkhususkan puasa rajab, hal tersebut tidak ada landasannya di dalam syariat Islam.
Puasa Rajab

Namun, ada riwayat Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan bahwa memang disunnahkan untuk berpuasa di bulan haram, tidak pada bulan rajab saja. Nabi bersabda :

    “Berpuasalah pada bulan-bulan haram dan kemudian jangan puasa sunah lainnya” (HR Abu Daud no. 2428, dan Syaikh Al Albani melemahkannya dalam Dhaif Sunan Abi Daud).

Hadits ini adalah hadits shahih (benar), dimana diperbolehkan puasa Rajab namun juga puasa di bulan haram lainnya, tidak mengkhususkan di bulan Rajab saja.
Puasa Rajab

Hadits yang menyebutkan bahwa memang ada keutamaan puasa Rajab adalah hadits dusta yang dibuat-buat, sesuai dengan perkataan Ibnul Qayyim Rahimahullahu yang berbunyi :

    “Seluruh hadits tentang penyebutan puasa Rajab dan shalat di sebagian malam-malam bulan tersebut, adalah hadits yang dusta dan dibuat-dibuat.” Selesai kutipan perkataan beliau dari Al Manaarul Muniif  hal. 96)

Puasa Rajab

Pun Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullahu berkata pula demikian :

    “Tidak terdapat riwayat mengenai keutamaan bulan Rajab. Tidak juga mengenai puasa Rajab, begitu juga puasa apapun di dalamnya secara khusus. Juga tidak ada hadits shahih yang dapat dijadikan sebagai hujjah mengenai shalat malam yang dikhususkan di dalamnya.” Selesai kutipan perkataan beliau.

Puasa Rajab

Kesimpulannya adalah : boleh saja Puasa Rajab, tapi tidak mengkhususkan Puasa Rajab saja dibulan itu saja untuk mendapatkan keutamaan puasa Rajab, namun juga berpuasa di bulan haram lainnya. jangan mengharapkan fadhilah atau keutamaan apapun dari ibadah yang kita lakukan, usahakan semua ibadah kita niatkan dengan ikhlas dan Lillahita'ala karena Allah mengetahui gretak hati setiap makhluk ciptaanNya. Baca Juga : Xperia E1 Harga dan Spesifikasi Sony Xperia.

Demikian postingan RedaksiKita.com kali ini, semoga postingan ini berkenan dan bermanfaat untuk anda. Terimakasih juga sudah membaca postingan RedaksiKita.com ini yang berjudul, Puasa Rajab Tidak Ada Dalil Shahih Tentang ini.

 

SUMBER



Dikirim pada 04 Mei 2014 di Uncategories
comments powered by Disqus


connect with ABATASA